Dampak yang kemudian terjadi sesaat setelah menghirup gas CO, bagian otak dan sel-sel tubuh lain yang membutuhkan pasokan oksigen akan berhenti bekerja.
Pasalnya secara medis, jika lebih dari 8 menit tidak menerima pasokan oksigen mencukupi, otak berikut sel tubuh lainnya akan berhenti bekerja.
Efek sampingnya akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh yang lain.
"Gas CO berat jenisnya lebih ringan dari udara, sehingga bisa saja masuk kedalam kabin mobil jika terdapat kebocoran pada kabin mobil," jelas dr. Aribowo mengutip dari Tabloid OTOMOTIF edisi 43 26 Februari-04 Maret 2015.
"Dampak dari mengirup gas CO sangat berbahaya, dalam hitungan detik korban bisa lemas dan jika terlalu lama maka tidak bisa tertolong," imbuhnya.
(Baca Juga : Street Manners: Tidur di Dalam Mobil yang Terparkir Boleh Saja, Begini Triknya!)
Hal senada juga pernah diungkapkan oleh Dr. Muherman Harun, dokter spesialis pernapasan & paru-paru di Tabloid OTOMOTIF edisi 47 lansiran 24-30 Maret 2011.
Menurutnya, seseorang yang telah menghirup gas CO bisa langsung mati lemas.
"Sangat sulit untuk mendeteksi gejala awalnya," ujar Muherman Hairun mengutip dari Tabloid OTOMOTIF.
"Gejala yang dirasakan oleh orang yang menghirup gas CO, biasanya nafas terasa sesak kemudian langsung tertidur pulas dan tidak bangun lagi," tutupnya.
(Baca Juga : Ini Maksud dari Standar Emisi Gas Buang Euro 4)
Lantas, bagaimana cara mendeteksi kalau kita atau seseorang di sekitar kita sedang keracunan gas buang kendaraan?