Pengiriman kendaraan tersebut direncanakan dimulai pada Maret 2026.
Jason menjelaskan, fokus EVMoto pada kendaraan listrik didorong oleh tingginya jumlah pengemudi ojek online di Indonesia.
Ia menyebut terdapat sekitar 6 juta pengemudi terdaftar, dengan sekitar 4 juta sepeda motor beroperasi setiap hari di jalan.
“Rata-rata sepeda motor menempuh sekitar 150 kilometer per hari, yang menghasilkan emisi gas buang dan kebisingan cukup besar,” kata Jason.
Menurutnya, jika satu juta sepeda motor berbahan bakar bensin dapat digantikan dengan sepeda motor listrik, emisi karbon dioksida dapat berkurang hingga 4,93 juta ton per tahun.
Selain faktor lingkungan, EVMoto juga menilai penggunaan sepeda motor listrik dapat menekan biaya operasional.
Jason menyebut biaya produksi sepeda motor listrik sekitar 50% lebih rendah dibandingkan sepeda motor bensin, sementara biaya konsumsi energi hanya sekitar 30%.
EVMoto berencana menetapkan tarif perjalanan bagi penumpang sekitar 70% dari harga pasar saat ini.
Baca Juga: Pabrikan Sebut Selama Ini Usia Pakai Baterai Motor Listrik ALVA Cervo
Sementara itu, biaya platform yang dikenakan kepada pengemudi ditetapkan sebesar 9%, lebih rendah dibandingkan tarif platform ride-hailing yang ada saat ini.
Pengemudi sepeda motor listrik dapat mulai mendaftar sebagai mitra EVMoto sejak hari peluncuran melalui tautan resmi perusahaan.
Terkait kerja sama dengan ECGO, Jason menyampaikan bahwa perusahaan tersebut dinilai paling sesuai dengan kebutuhan pengemudi ride-hailing di Indonesia.