"Iya, informasi ada (motor dibakar) dan akan kami dalami lebih lanjut. Kami juga akan melakukan pendataan berapa jumlah sepeda motor yang terdampak," kata Putu saat ditemui di Mapolresta Cirebon, (10/2/26) dini hari.
"Mengingat saat melintas di desa tersebut, jumlah kendaraan mereka cukup banyak, sekitar 50 kendaraan," sambungnya.
Petugas dari Polresta Cirebon bersama Polsek Klangenan bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Puluhan pelajar yang diamankan kemudian dibawa ke kantor balai desa setempat guna menghindari amukan warga.
Video amatir yang memperlihatkan sejumlah motor terbakar beredar luas di media sosial.
Baca Juga: Suzuki Carry Futura Jadi Api Unggun di Purworejo, Berawal Menepi Otak-atik Mesin
Motor-motor tersebut diduga milik para pelajar yang terlibat dalam aksi konvoi dan dugaan tawuran di wilayah Klangenan.
Aksi konvoi pelajar tersebut, kata Putu, sebelumnya terpantau petugas saat melintas di Kecamatan Plumbon.
Kemudian mereka berpencar dan bergerak ke wilayah Kecamatan Jamblang serta Klangenan.
Pihaknya menduga ada sekitar 50 pelajar yang terlibat dalam konvoi tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 24 pelajar diamankan dari dua kecamatan, yakni Jamblang dan Klangenan.
Polisi juga membawa ke 24 pelajar ini ke Mapolresta Cirebon untuk dilakukan pemeriksaan.
Petugas juga melakukan pendataan terkait jumlah pelajar yang terlibat, korban luka akibat insiden tersebut, dan lainnya.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR